Sekularisasi
Konsep sekularisasi berawal dari saeculum (Latin) yang sering dipahami sebagai suatu masa (atau era), tetapi juga, setidaknya pada abad ke4 dan ke-, dunia, boleh jadi meruapakan perluasan (extension) dari gagasan “spirit of the era”. Sampai sekarang juga kata sekularisasi telah berkembang menjadi suatu pemaknaan (meaning) yang ambigue. Ia dapat digunakan untuk memaknai sesuatu bagaikan masa yang tidak ada akhirnya (dgn phrasa “dunia tanpa akhir, atau untuk selama-lamanya, forever and ever) yang masih sering muncul pada akhir dari doa-doa penganut Kristiani sebagai terjemahan kata Latin “in saecula saeculum”, atau dunia “di luar sana” (para pendeta biara di bawah suatu aturan hidup formal (“rule of life”), mereka yang berbeda dari kependetaan yang bebas (“secular clergy”), artinya kependetaan gereja (the parish clergy) yang melayani orang-orang yang berada di dunia (“out in the world”), tetapi kata itu juga digunakan untuk memaknai suatu kehidupan atau gaya-hidup yang ada pada tempat yang bersebelahan dengan Tuhan (at odds with God); jadi, orang-orang yang mau masuk pada kehidupan biara untuk lari dari dunia (“the world”). Selanjutnya, istilah secular itu telah dimanfaatkan untuk membedakan antara hukum-hukum sipil dan gereja, tanah-tanah, dan pemilikan-pemilikan.
Pada abad 19 istilah secular telah diterima oleh pemikir (free thinker) Inggris G.J.Holyoake, orang yang pernah membangun sebuah masyarakat secular sebagai suatu kelompok yang committed pada sebuah tatanan dunia yang adil dan aturan moral individual (moral program of individual action) yang dapat menyelesaikan problema-problema kemanusiaan tanpa penggunaan berbagai penjelasan supernatural (supernatural explanations). Dengan demikian, istilah secular semakin sering digunakan secara berbeda dari (had an increasingly negative use) masa awalnya ketika ia dimasukkan ke dalam (adapted into) ilmu sosial: sekularisasi dikonseptualisasikan dan diberi status “scientific” pada perkembangan sekularisme. Lihat Georger Ritzer, Encyclopedia of Social Theory, editor, Vol II, University of Maryland, College Park, SAGE Publications, Thausand Oaks, London, 2004:680.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar