Sabtu, 09 April 2016

Apa itu Definisi dan Tujuannya?



Para pengrajin ilmu pengetahuan, utamanya peminat metodologi. 

Saya seringkali pada saat diskusi intelektual tertentu mempersoalkan atau bahkan berangkat dari definisi. Seakan jika istilah-istilah atau konsep-konsep yang digunakan orang-orang dalam suatu pembicaraan dan permasalahan jelas definisinya, pemahaman pokok bahasan itu tidak lagi terlalu sulit untuk dicapai dan didiskusikan upaya kesepahaman dan kesepakatan yang dapat disimpulkan secara hipotetis.

Sebetulnya berbicara mengenai definisi itu artinya kita masih berkisar dalam lingkungan perdebatan konseptual. Adapun perihal yang khas pada definisi itu adalah upaya mengeksplisitkan unsur-unsur isi (konprehensi) dalam satu atau lebih konsep. Pengetahuan menegnai hal-ikhwal konkrit yang de facto adalah pengetahuan yang bersifat intuitif atas hakekat suatu pokok masalah yang diperoleh secara fenomenologis. Itu secara definitorik perlu diterapkan atau ditegaskan dalam keseluruhannya yang lengkap melalui pengertian-pengertian abstrak sehingga ikhwal itu dapat terpakai dalam diskusi dan tukar-pikiran berkelanjutan.

Dalam proses diskusi dan membaca tidak jarang orang-orang menemukan kata-kata, istilah-istilah, konsep-konsep yang tidak memiliki kejelasan atau kepastian melalui konteksnya. Untuk memahami arti kata, istilah, konsep itu dibutuhkan definisi konseptual atau operasional sehingga dengan demikian tampak bahwa salah satu tujuan definisi adalah untuk menambah perbendaharaan bahasa bagi orang yang tidak cukup pengetahuan  pada pokok pembicaraan tersebut.

Di samping itu, tujuan definisi adalah untuk mengatasi jika tidak mungkin menghapuskan kedwiartian, kemenduaan-makna kata, istilah, konsep, utamanya untuk kata-kata kunci, supaya proses tukar-pikiran tidak mudah mengarah pada kesalahan berpikir dan itu tidak sekadar bersifat verbal. Pada pembicaraan lanjutan tentu kemungkinan sedikit pengetahuan tentang arti kata sudah dapat diatasi meskipun masih mungkin ketidakpastian batas-batas penerapannya. Nah, dalam hal itulah definisi amat perlu dikerjakan. 

Penggunaan kata-kata dari bahasa lokal (daerah) ke dalam bahasa nasional (persatuan) ternyata disertai pengembangan arti dan pengertian yang lain dari arti atau bahkan konotasi dari pengertian semula di lingkungan pengguna bahasa daerah. Tanpa definisi yang jelas dalam suatu pembicaraan yang serius hal itu akan mengundang kesalahpahaman di antara orang-orang. Demikian pula halnya banyak istilah dan konsep teknis ilmiah tidak jarang menggunakan kata-kata yang sama bentuk dan bunyinya dengan kata-kata dari bahasa pergaulan sehari-hari, tetapi sebagai bahasa ilmiah kata atau istilah-istilah itu telah diberi arti oleh pembicara. Untuk menghindari campuraduk kata-kata dalam bahasa awam dan ilmiah para peneliti dan ilmuwan penting menjelaskan arti yang secara teoretis dilekatkan pada kata-kata, istilah-istilah, konsep-konsep tersebut melalui definisi.
 
Demikianlah beberapa tujuan definisi. Secara praktis orang-orang kerapkali larut dan terbenam dalam kata-kata, istilah-istilah, konsep-konsep yang diterima begitu saja. Pemakaian kata, istilah, konsep yang tidak jelas sesuai tempatnya dapat menyebabkan kesalahapahaman dalam komunikasi. Pemakaian kata, istilah, konsep yang sama dengan arti yang berbeda dalam suatu ajang tukar-pikiran dapat memberikan kesan seolah-olah terjadi perlawanan pendapat, padahal yang sebenarnya terjadi adalah penggunaan proposisi-proposisi yang berbeda, bukan proposisi-proposisi yang berlawanan. Proposisi itu adalah suatu rangkaian penuturan (assertion) yang utuh. (Lihat Poespoprodjo, W. Logika Scientifika. Pustaka Grafika, Bandung. 1999).

Tidak ada komentar: